Seperti yang kita tahu bahwa sebelumnya Gunung Colima meletus pada oktober tahun lalu dan sekarang kembali memuntahkan abu vulkaniknya :
Masqote 00.17 New Google SEO Bandung, Indonesia
Pemandangan di sekitar Gunung Colima yang meletus di San Antonio, Meksiko (22/1). Gunung dengan tinggi 3.839 mdpl memuntahkan abu vulkanik antara 200-800 kilometer ke arah selatan. (AFP Photp/Hector Guerrero)
Terlihat Gunung Colima Kembali Memuntahkan Abu Vulkanik (22/1). Gunung dengan tinggi 3.839 mdpl memuntahkan abu vulkanik antara 200-800 kilometer ke arah selatan. (AFP Photp/Hector Guerrero)
Abu vulkanik terlihat keluar dari mulut Gunung Colima di San Antonio, Meksiko (22/1).
(AFP Photp/Hector Guerrero)
Warga sekitar mengabadikan momen erupsi Gunung Colima yang meletus di San Antonio, Meksiko (22/1). Salah satu gunung api paling aktif di Amerika tengah itu kembali memuntahkan abu vulkanik. (AFP Photp/Hector Guerrero)
Masqote 00.17 New Google SEO Bandung, Indonesia
Gunung Colima (Meksiko) Kembali Memuntahkan Abu Vulkanik
Posted by Informasi Tentang Dunia Outdoor on Senin, 23 Januari 2017
Seperti yang kita tahu, cuaca sekarang tidak menentu terkadang hujan kadang panas, jadi kita harus berhati hati jika kita menyukai aktifitas outdoor dan kita harus siap dalam kondisi apapun, oleh karena itu kita harus safety pada saat melakukan aktifitas outdoor, seperti yang terjadi di Gunung Lawu saat ini, Cuaca sedang buruk yang dilansir :
KARANGANYAR - Akibat cuaca ekstrem di Gunung Lawu, jalur pendakian untuk pendaki terpaksa ditutup sementara.
Pantauan Okezone di lokasi, mendung hitam dan kabut tebal yang menyelimuti sekitar lokasi dan sangat rawan untuk dilakukan pendakian, petugas yang ada di posko pendakian Cemoro Sewu terpaksa harus menutup sementara waktu hingga cuaca kembali normal.
Miko dari ke Paguyuban Gunung Lawu (PGL) mengatakan, saat ini kondisi cuacanya tidak memungkinkan untuk melakukan pendakian. Rombongan pendaki terpaksa bertahan di basecamp tidak diijinkan melakukan pendakian.
"Cuaca sangat tidak bersahabat sehingga teman-teman berinisiatif menutup jalur," jelas Miko, Senin (23/1/2017).
Saat ini, lanjut Miko, ada sekitar 14 pendaki yang tertahan di basecamp. Pihak PGL tidak mengijinkan untuk mendaki puncak Lawu. Cuaca sedang tidak bersahabat.
Sebelum dilakukan penutupan sekira pukul 03.00 WIB sudah ada pendaki rombongan dari Surabaya sekitar delapan orang sudah naik. Saat itu kondisi cuaca masih normal untuk dilakukan pendakian.
"Sedangkan di atas (puncak) masih ada satu (1) anggota PGL. Namun sudah kami kontak via pesawat untuk menghimbau pendaki untuk tidak melanjutkan pendakian," papar Miko. Sampai saat ini, kondisi cuaca di Cemoro Sewu masih ekstrim, angin bertiup sangat kencang disertai kabut tebal.
Sumber : okezone Masqote 23.48 New Google SEO Bandung, Indonesia
(foto: Bramantyo/Okezone)
KARANGANYAR - Akibat cuaca ekstrem di Gunung Lawu, jalur pendakian untuk pendaki terpaksa ditutup sementara.
Pantauan Okezone di lokasi, mendung hitam dan kabut tebal yang menyelimuti sekitar lokasi dan sangat rawan untuk dilakukan pendakian, petugas yang ada di posko pendakian Cemoro Sewu terpaksa harus menutup sementara waktu hingga cuaca kembali normal.
Miko dari ke Paguyuban Gunung Lawu (PGL) mengatakan, saat ini kondisi cuacanya tidak memungkinkan untuk melakukan pendakian. Rombongan pendaki terpaksa bertahan di basecamp tidak diijinkan melakukan pendakian.
"Cuaca sangat tidak bersahabat sehingga teman-teman berinisiatif menutup jalur," jelas Miko, Senin (23/1/2017).
Saat ini, lanjut Miko, ada sekitar 14 pendaki yang tertahan di basecamp. Pihak PGL tidak mengijinkan untuk mendaki puncak Lawu. Cuaca sedang tidak bersahabat.
Sebelum dilakukan penutupan sekira pukul 03.00 WIB sudah ada pendaki rombongan dari Surabaya sekitar delapan orang sudah naik. Saat itu kondisi cuaca masih normal untuk dilakukan pendakian.
"Sedangkan di atas (puncak) masih ada satu (1) anggota PGL. Namun sudah kami kontak via pesawat untuk menghimbau pendaki untuk tidak melanjutkan pendakian," papar Miko. Sampai saat ini, kondisi cuaca di Cemoro Sewu masih ekstrim, angin bertiup sangat kencang disertai kabut tebal.
Sumber : okezone Masqote 23.48 New Google SEO Bandung, Indonesia
Gunung Lawu Ditutup Sementara Karena Cuaca Ekstrem
Posted by Informasi Tentang Dunia Outdoor on Minggu, 22 Januari 2017
Sumber : Google Image
Kabar duka kembali datang dari Gunung Lawu ( Jawa Tengah ), Yang kita tau sebelumnya gunung lawu memakan korban dari depok, dan sekarang memakan korban dari Yogyakarta seperti dilansir :
Yogyakarta - Dua orang mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta meninggal dunia usai melaksanakan kegiatan The Great Camping (TGC) di Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah. Dua mahasiswa tersebut atas nama Muhammad Fadhli dan Syaits Asyam.
"Benar bahwa dilaksanakan kegiatan TGC yang merupakan kegiatan rutin pendidikan dasar unit kegiatan mahasiswa Mapala yang dilaksanakan setiap tahun. Kegiatan yang baru saja dilaksanakan adalah TGC ke 37," ujar Rektor UII Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. dalam keterangan tertulis, Senin (23/1/2017).
"Benar bahwa pada saat pelaksanaan TGC, mahasiswa UII yang mengikuti kegiatan tersebut ada yang meninggal dunia," tambah Harsoyo.
Harsoyo menjelaskan, ada 37 peserta yang terdiri dari 34 laki-laki dan 3 perempuan ikut dalam kegiatan yang dilaksanakan di Gunung Lawu, Lereng Selatan, Tawangmangu, tersebut. Korban atas nama Muhammad Fadhli yang merupakan mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2015 wafat dalam perjalanan menuju RSUD Karanganyar, Jumat (20/1).
"Mahasiswa kedua atas nama Syaits Asyam, program studi Teknik Industri angkatan 2015, meninggal dunia pada hari Sabtu, 21 Januari 2017, setelah sempat dirawat di RS Bethesda," ujarnya.
Harsoyo menegaskan kegiatan tersebut dilaksanakan dengan sepengetahuan pihak universitas dan dijalankan dengan prosedur formal yang berlaku di internal UII. Dia menjelaskan terdapat proposal ke pihak universitas yang tertera ada penanggung jawab dari pihak panitia, susunan panitia dan jadwal acara, surat izin orang tua peserta, validasi kesiapan peserta dari sisi kesehatan karena peserta wajib melakukan tes kesehatan dan surat keterangan sehat dari dokter.
Selain itu, sebelum pelaksanaan setiap tahap kegiatan TGC ada pemeriksaan tim medis bekerjasama dengan tim medis UNS. Harsoyo menyatakan seluruh civitas akademika UII mengucapkan belasungkawa kepada keluarga kedua mahasiswa tersebut.
"Semoga Almarhum diampuni dosa-dosanya dan diterima amal ibadahnya, dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujarnya.
Sumber : Detik
Masqote
23.11
New Google SEO
Bandung, Indonesia





